PENGARUH SITUS PERTEMANAN FACEBOOK TERHADAP PRESTASI MAHASISWA TEKNIK PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN
Asbi Samli : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota
Asmirawati : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota
Nur Afniyati Rahim : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota
Suraedah Djumali : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota
ABSTRAK
Situs pertemanan saat ini sedang menjadi suatu tren baru dalam dunia maya atau dalam dunia internet. Akhir-akhir ini situs pertemanan facebook menjasi situs yang paling diminati oleh pengguna internet di seluruh dunia. Situs pertemanan ini bukan hanya dikalangan terpelajar saja namun juga dikalangan tidak terpelajar baik segala suku, agama, ras, komunitas, kalangan maupun usia. Situs pertemanan ini sedang menjadi tren baru di kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa jurusan teknik perencanaan wilayah dan kota Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar mahasiswa mengenal dan ikut bergabung dalam situs pertemanan ini serta pengaruhnya terhadap prestasi mahasiswa ketika mengenal situs pertemanan facebook. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan menggunakan teknik sampling insidentil dengan instrument yang dipakai dalam mendapatkan data adalah dengan teknik kuisioner (angket). Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa mahasiswa jurusan
perencanaan wilayah dan kota Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar seluruhnya mengenal dan bergabung dalam situs pertemanan facebook dan situs pertemanan facebook tidak berpengaruh terhadap prestasi mahasiswa.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Di era globalisasi dan perkembangan IPTEK yang semakin canggih, penyebaran informasi serta akses telekomunikasi dan transportasi semakin lebih cepat dan mudah. Tidak dapat dipungkiri hal tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung mempunyai dampak bagi masyarakat, baik itu berdampak positif ataupun negatif. Dampaknya pun tidak terbatas terhadap kalangan tertentu saja, namun telah meluas ke semua kalangan baik kalangan terpelajar maupun bukan kalangan terpelajar.
Arus Globalisasi yang semakin hari semakin kuat daya tariknya tidaklah dapat terbendung oleh individu, kelompok institusi maupun negara. Arus globalisasi mau tidak mau harus diterima secara terbuka. Disebabkan globalisasi dapat masuk melalui berbagai sektor dan metode.
Dewasa ini perkembangan telekomunikasi di dunia, khususnya di Indonesia semakin berkembang. Terbukti dengan tingkat antusiasme masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan fasilitas telekomunikasi modern seperti Handphone (telepon seluler) dan internet. Dari data statistik yang ada pengguna Handphone (telepon seluler) di Indonesia adalah terbanyak di kawasan Asia Tenggara dengan tingkat presentase penggunanya mencapai 90 % dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia. Begitu pula penggunaan fasilitas internet sudah merambah ke pelosok – pelosok Indonesia.
Fasilitas internet merupakan fasiltas tercanggih zaman ini, karena dengan adanya fasilitas ini setiap orang dapat mengakses informasi dengan lebih cepat dan efisien. Selain itu fasilitas ini juga memiliki banyak kelebihan, selain cepat dalam pengaksesan informasi, fasilitas ini dapat berfungsi dalam hal berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain sama halnya dengan telepon seluler ataupun pesawat telepon.
Akhir – akhir ini, beberapa situs web telah menyediakan fasilitas komunikasi pada item – item webnya. Misalnya saja, www.yahoo.com, www.facebook.com, www.friendster.com ataupun situs – situs yang lainnya. Namun di antara situs – situs yang ada hanya facebook saja yang paling diminati oleh masyarakat dunia dari berbagai suku, agama, ras, komunitas, kalangan maupun usia. Facebook merupakan jejaring pertemanan yang dilengkapi fasilitas chatting, sehingga para penggunanya dapat berkomunikasi dengan siapapun dalam jangka waktu bersamaan. Kemunculan facebook dapat dikatakan suatu fenomena yang terjadi di masyarakat, yang kemungkinan berakibat positif maupun negatif.
Kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota UIN Alauddin Makassar telah lama ikut berpartisipasi dalam situs pertemanan ini. Namun, dampaknya belum dapat diketahui seberapa besar baik dan buruknya terhadap prestasi mahasiswa jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota UIN Alauddin Makassar.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan, yaitu:
- Berapa banyak mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota UIN Alauddin Makassar yang mengenal dan bergabung dalam situs pertemanan Facebook ?
- Sebarapa besar pengaruh situs pertemanan facebook terhadap prestasi mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota UIN Alauddin Makassar?”
Tujuan Penelitian
Ingin mengetahui sejauh mana pengaruh situs facebook terhadap prestasi belajar mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Manfaat Penelitian
Manfaat bagi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
- Memberi masukan kepada Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar untuk mengetahui sejauh mana pengaruh situs pertemanan facebook terhadap tingkat prestasi belajar mahasiswa.
- Menambah studi kepustakaan bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Manfaat bagi Penulis
- Memberi masukan kepada penulis untuk mengetahui bahwa situs pertemanan facebook mempengaruhi tingkat prestasi mahasiswa Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
- Memberi pengalaman bagi penulis mengenai bagaimana cara melakukan penelitian yang benar.
Tinjauan Pustaka
Internet
Secara harfiah, internet (kependekan dari interconnected-networking) ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf ‘I’ besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.
Rangkaian pusat yang membentuk Internet diawali pada tahun 1969 sebagai ARPANET, yang dibangun oleh ARPA (United States Department of Defense Advanced Research Projects Agency). Beberapa penyelidikan awal yang disumbang oleh ARPANET termasuk kaedah rangkaian tanpa-pusat (decentralised network), teori queueing, dan kaedah pertukaran paket (packet switching).Pada 1 Januari 1983, ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya, dari NCP ke TCP/IP. Ini merupakan awal dari Internet yang kita kenal hari ini.Pada sekitar 1990-an, Internet telah berkembang dan menyambungkan kebanyakan pengguna jaringan-jaringan komputer yang ada.
Internet dijaga oleh perjanjian bi- atau multilateral dan spesifikasi teknikal (protokol yang menerangkan tentang perpindahan data antara rangkaian). Protokol-protokol ini dibentuk berdasarkan perbincangan Internet Engineering Task Force (IETF), yang terbuka kepada umum.
Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC (Request for Comments). Sebagian dari RFC dijadikan Standar Internet (Internet Standard), oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board – IAB). Protokol-protokol internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.
Beberapa layanan populer di internet yang menggunakan protokol di atas, ialah email/surat elektronik, Usenet, Newsgroup, perkongsian file (File Sharing), WWW (World Wide Web), Gopher, akses sesi (Session Access), WAIS, finger, IRC, MUD, dan MUSH. Di antara semua ini, email/surat elektronik dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan Weblog. Internet memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service), seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui internet dimungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger dan Windows Live Messenger.
Budaya Internet
Jumlah pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran(decentralization) / pengetahuan (knowledge) informasi dan data secara ekstrim.
Perkembangan Internet juga telah mempengaruhi perkembangan ekonomi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet. Transaksi melalui Internet ini dikenal dengan nama e-commerce. Terkait dengan pemerintahan, Internet juga memicu tumbuhnya transparansi pelaksanaan pemerintahan melalui e-government.
Akses Internet
Negara dengan akses internet yang terbaik termasuk Korea Selatan (50% daripada penduduknya mempunyai akses jalurlebar – Broadband), dan Swedia. Terdapat dua bentuk akses internet yang umum, yaitu dial-up, dan jalurlebar. Di Indonesia, seperti negara berkembang dimana akses Internet dan penetrasi PC masih juga rendahlainnya sekitar 42% dari akses Internet melalui fasilitas Public Internet akses seperti warnet , cybercafe, hotspot dll. Tempat umum lainnya yang sering dipakai untuk akses internet adalah di kampus dan dikantor.
Disamping menggunakan PC (Personal Computer), kita juga bisa mengakses Internet melalui Handphone (HP) menggunakan Fasilitas yang disebut GPRS (General Packet Radio Service). GPRS merupakan salah satu standar komunikasi wireless (nirkabel) yang memiliki kecepatan koneksi 115 kbps dan mendukung aplikasi yang lebih luas (grafis dan multimedia). Teknologi GPRS dapat diakses yang mendukung fasilitas tersebut. Pen-setting-an GPRS pada ponsel Tergantung dari operator (Telkomsel, Indosat, XL, 3) yang digunakan. Biaya akses Internet dihitung melalui besarnya kapasitas (per-kilobite) yang didownload.
Penggunaan Internet di tempat umum
Internet juga semakin banyak digunakan di tempat umum. Beberapa tempat umum yang menyediakan layanan internet termasuk perpustakaan, dan internet cafe/warnet (juga disebut Cyber Cafe). Terdapat juga tempat awam yang menyediakan pusat akses internet, seperti Internet Kiosk, Public access Terminal, dan Telepon web. Terdapat juga toko-toko yang menyediakan akses wi-fi, seperti Wifi-cafe. Pengguna hanya perlu membawa laptop (notebook), atau PDA, yang mempunyai kemampuan wifi untuk mendapatkan akses internet.
Facebook adalah situs web jejaring sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Keanggotaannya pada awalnya dibatasi untuk siswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat surat-e suatu universitas (seperti: .edu, .ac, .uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs jejaring sosial ini.
Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan alamat surat-e apa pun dapat mendaftar di Facebook. Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah, tempat kerja, atau wilayah geografis.
Hingga Juli 2007, situs ini memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia. Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 situs paling banyak dikunjungi, dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serikat, mengungguli situs publik lain seperti Flickr, dengan 8,5 juta foto dimuat setiap harinya.
METODE PENELITIAN
Jenis dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Artinya, penelitian yang membeberkan ciri – ciri suatu gejala. Dalam penelitian jenis ini akan dilihat gambaran yang terjadi tentang suatu fenomena sosial. Lokasi penelitian ini adalah di Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar.
Objek Penelitian
Populasi untuk penelitian ini adalah semua mahasiswa jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar. Akan tetapi, mengingat besarnya jumlah dan homogennya populasi akan diambil sampel untuk mewakili dari setiap mahasiswa jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar.
Teknik Pengembilan Sampel
Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel insidental yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan penelitian dapat digunakan sebagai sampel, bila kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
Metode Pengolahan dan Analisis Data
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif sehingga yang menjadi tujuan, yaitu berusaha menggambarkan secara detail melalui berbagai cara tentang ciri-ciri suatu fenomena. Untuk itu, akan digunakan instrument penelitian berupa kuesioner, pengamatan, dan wawancara.
Setelah diperoleh data dari responden akan dilakukan analisis data sederhana melalui tabel frekuensi. Dilanjutkan dengan pemaparan dari wawancara dan pengamatan yang telah dilakukan untuk diambil kesimpulan.
HASIL
Dari 20 responden dibuat penyederhanaan kembali data yang dapat dianalisis, berikut tabel Pengkodean.
Tabel 1. Tabel Pengkodean
| Buku Kode | ||
| Kolom | Kode | Keterangan |
| 1 | 1-2 | 1= Pria
2 = Wanita |
| 2 | 1-5 | 1 = semester I
2 = semester III 3 = semester V 4 = semester VII 5 = semester VII ke atas |
| 3 | 1-2 | 1 = Ya
2 = tidak |
| 4 | 1-3 | 1 = < 6 bulan
2 = 6 bulan – 1 tahun 3 = > 1 tahun |
| 5 | 1-2 | 1 = Ya
2 = tidak |
| 6 | 1-2 | 1 = sebelum menjadi mahasiswa
2 = setelah menjadi mahasiswa |
|
7 |
1-5 |
1 = cari teman 2 = mengisi waktu luang 3 = ikut=ikutan 4 = tuntutan zaman 5 = lainnya |
| 8 | 1-5 | 1 = sekali sepekan
2 = 2 kali sepekan 3 = 3 kali sepekan 4 = setiap hari 5 = lainnya |
| 9 | 1-5 | 1 = < 1 jam
2 = 1-2 jam 3 = 2-3 jam 4 = 3-4 jam 5 = > 4 jam |
| 10 | 1-4 | 1 = antara jam 00.00 – 06.00
2 = antara jam 06.00 – 12.00 3 = antara jam 12.00 – 18.00 4 = antara jam 18.00 – 00.00 |
| 11 | 1-3 | 1 = naik
2= tetap 3 = turun |
| 12 | 1-2 | 1 = Ya
2 = tidak |
| 13 | 1-3 | 1 =berkurang
2= tetap 3 = bertambah |
| 14 | 1-3 | 1 = ya
2 = tidak 3 = tetap |
| 15 | 1-4 | 1 = banyak kenalan
2 = menghilangkan stress 3 = menambah pengetahuan dan informasi 4 = lainnya |
| 16 | 1-4 | 1 = biasa-biasa saja
2 = pusing dan bingung 3 = sakit kepala 4 = lainnya |
| 17 | 1-2 | 1 = ya
2 = tidak |
| 18 | 1-3 | 1 = tetap on line
2 = mengurangi waktu on line 3 = berhenti total |
Sumber : Hasil Olahan
Tabel 2. Tabel Pengkodean
| No | Kolom | |||||||||||||||||
| Responden | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 1 | 2 | 4 | 1 | 1 | 1 | 2 | 1 | 2 | 2 | 4 | 2 | 1 | 2 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 |
| 2 | 2 | 4 | 1 | 1 | 1 | 2 | 3 | 4 | 2 | 4 | 3 | 1 | 2 | 2 | 2 | 1 | 1 | 2 |
| 3 | 1 | 4 | 1 | 1 | 1 | 2 | 1 | 3 | 3 | 2 | 1 | 1 | 3 | 2 | 1 | 1 | 1 | 1 |
| 4 | 2 | 4 | 1 | 1 | 1 | 2 | 2 | 3 | 3 | 4 | 2 | 2 | 2 | 2 | 2 | 1 | 1 | 2 |
| 5 | 2 | 4 | 1 | 2 | 1 | 2 | 2 | 3 | 2 | 4 | 2 | 1 | 2 | 3 | 1 | 3 | 1 | 1 |
| 6 | 2 | 4 | 1 | 2 | 1 | 2 | 1 | 3 | 1 | 4 | 2 | 2 | 2 | 3 | 1 | 1 | 1 | 1 |
| 7 | 2 | 4 | 1 | 1 | 1 | 2 | 1 | 2 | 2 | 4 | 2 | 2 | 2 | 2 | 1 | 1 | 1 | 2 |
| 8 | 1 | 4 | 1 | 1 | 1 | 2 | 4 | 2 | 2 | 4 | 2 | 2 | 2 | 2 | 1 | 1 | 1 | 1 |
| 9 | 2 | 4 | 1 | 1 | 1 | 2 | 3 | 2 | 2 | 4 | 2 | 2 | 2 | 2 | 2 | 1 | 1 | 2 |
| 10 | 1 | 4 | 1 | 1 | 1 | 1 | 2 | 4 | 3 | 3 | 2 | 2 | 2 | 2 | 1 | 1 | 1 | 2 |
| 11 | 2 | 4 | 1 | 1 | 1 | 2 | 3 | 5 | 2 | 2 | 2 | 1 | 2 | 2 | 3 | 1 | 1 | 2 |
| 12 | 1 | 4 | 1 | 3 | 1 | 2 | 2 | 2 | 3 | 4 | 2 | 2 | 2 | 2 | 3 | 1 | 1 | 3 |
| 13 | 1 | 4 | 1 | 1 | 1 | 2 | 1 | 1 | 1 | 4 | 2 | 1 | 2 | 2 | 3 | 1 | 1 | 2 |
| 14 | 2 | 4 | 1 | 1 | 1 | 1 | 2 | 4 | 3 | 4 | 2 | 2 | 2 | 2 | 3 | 1 | 2 | 1 |
| 15 | 2 | 2 | 1 | 2 | 1 | 2 | 2 | 4 | 2 | 4 | 2 | 1 | 2 | 3 | 1 | 2 | 2 | 2 |
| 16 | 2 | 4 | 1 | 1 | 1 | 2 | 4 | 1 | 2 | 1 | 2 | 1 | 2 | 2 | 3 | 1 | 1 | 2 |
| 17 | 1 | 4 | 1 | 1 | 1 | 2 | 5 | 4 | 5 | 1 | 1 | 1 | 2 | 2 | 3 | 1 | 1 | 3 |
| 18 | 1 | 4 | 1 | 3 | 1 | 2 | 5 | 5 | 2 | 4 | 2 | 1 | 2 | 2 | 4 | 1 | 2 | 1 |
| 19 | 1 | 4 | 1 | 2 | 1 | 2 | 5 | 5 | 5 | 4 | 2 | 1 | 2 | 2 | 1 | 1 | 1 | 1 |
| 20 | 1 | 4 | 1 | 1 | 1 | 2 | 2 | 5 | 3 | 4 | 2 | 1 | 2 | 3 | 2 | 2 | 1 | 2 |
Sumber : Hasil Olahan
Tabel 3. Klasifikasi Jenis Kelamin
| Keterangan | Frekuensi | Presentase (%) |
| Pria
Wanita |
10
10 |
50
50 |
| Jumlah | 20 | 100 |
Sumber : Hasil Olahan
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, sebanyak 10 orang responden berjenis kelamin pria dan 10 orang responden berjenis kelamin wanita. Artinya, 50 % responden adalah wanita dan 50 % pula pria.
Tabel 4. Klasifikasi Semester
| Keterangan | Frekuensi | Presentase (%) |
| Semester I
Semester III Semester V Semester VII Semester VII ke atas |
0
1 0 19 0 |
0
5 0 95 0 |
| Jumlah | 20 | 100 |
Sumber : Hasil Olahan
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, sebanyak 19 orang responden pada semester VII memiliki jumlah presentase paling besar yaitu sebanyak 95 %.
Tabel 5. Klasifikasi Mengenal Site Pertemanan Facebook
| Keterangan | Frekuensi | Presentase (%) |
| Ya
Tidak |
20
0 |
100
0 |
| Jumlah | 20 | 100 |
Sumber : Hasil Olahan
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, semuanya mengenal situs pertemanan facebook yaitu sebanyak 100 %.
Tabel 6. Klasifikasi Lama Mengenal Site Pertemanan Facebook
| Keterangan | Frekuensi | Presentase (%) |
| < 6 bulan
6 bulan – 1 tahun > 1 tahun |
14
4 2 |
70
20 10 |
| Jumlah | 20 | 100 |
Sumber : Hasil Olahan
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, paling banyak sudah mengenal situs pertemanan facebook < 6 bulan yaitu sebanyak 70 %.
Tabel 7. Klasifikasi Bergabung dengan Situs Pertemanan Facebook
| Keterangan | Frekuensi | Presentase (%) |
| Ya
Tidak |
20
0 |
100
0 |
| Jumlah | 20 | 100 |
Sumber : Hasil Olahan
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, semua responden sudah bergabung dengan situs pertemanan facebook dengan presentase sebanyak 100 %.
Tabel 8. Klasifikasi Waktu Bergabung dalam Situs Pertemanan Facebook
| Keterangan | Frekuensi | Presentase (%) |
| Sebelum menjadi mahasiswa
Setelah menjadi mahasiswa |
2
18 |
10
90 |
| Jumlah | 20 | 100 |
Sumber : Hasil Olahan
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, sebanyak 18 responden bergabung dengan situs pertemanan facebook setelah menjadi mahasiswa sebanyak 90 %.
Tabel 9. Klasifikasi Motivasi Untuk Bergabung
| Keterangan | Frekuensi | Presentase (%) |
| cari teman
mengisi waktu luang ikut-ikutan tuntutan zaman lainnya |
5
7 3 2 3 |
25
35 15 10 15 |
| Jumlah | 20 | 100 |
Sumber : Hasil Olahan
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, sebanyak 7 responden dengan presentase sebanyak 35 % bergabung dengan situs pertemanan facebook hanya untuk mengisi waktu luang, sedangkan 5 responden lainnya hanya untuk mencari-cari teman, kemudian 3 responden hanya untuk ikut-ikutan dan 2 responden lainnya karena tuntutan zaman.
Tabel 9. Klasifikasi Frekuensi On Line dalam Sepekan
| Keterangan | Frekuensi | Presentase (%) |
| sekali sepekan
2 kali sepekan 3 kali sepekan setiap hari lainnya |
2
5 4 5 4 |
10
25 20 25 20 |
| Jumlah | 20 | 100 |
Sumber : Hasil Olahan
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, kebanyakan menggunakan situs pertemanan facebook setiap 2 kali dalam sepekan dan ada pula yang setiap hari masing-masing sebanyak 5 responden yaitu 25 % dan yang lainnya ada yang hanya 3 kali dalam sepekan dan ada pula yang hanya sekali dalam sepekan.
Tabel 9. Klasifikasi Berapa Lama Waktu yang dihabiskan Setiap On Line
| Keterangan | Frekuensi | Presentase (%) |
| < 1 jam
1-2 jam 2-3 jam 3-4 jam > 4 jam |
2
10 6 0 2 |
10
50 30 0 10 |
| Jumlah | 20 | 100 |
Sumber : Hasil Olahan
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, pengguna situs pertemanan facebook rata-rata online selama 1-2 jam dalam sehari yaitu sebanyak 50 % atau 10 responden.
Tabel 10. Klasifikasi Waktu (Jam) On Line
| Keterangan | Frekuensi | Presentase (%) |
| antara jam 00.00 – 06.00
antara jam 06.00 – 12.00 antara jam 12.00 – 18.00 antara jam 18.00 – 00.00 |
2
2 1 15 |
10
10 5 75 |
| Jumlah | 20 | 100 |
Sumber : Hasil Olahan
Dari tabel 10 menunjukkan bahwa dari 20 responden, kebanyakan menggunakan situs pertemanan facebook antara jam 18.00 – 00.00 yaitu sebanyak 75 %.
Tabel 11. Klasifikasi Motivasi Belajar Ketika Mengenal Situs Facebook
| Keterangan | Frekuensi | Presentase (%) |
| naik
tetap turun |
2
15 3 |
10
75 15 |
| Jumlah | 20 | 100 |
Sumber : Hasil Olahan
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, tingkat belajar mahasiswa sebanyak 15 responden atau 75 % masih tetap memiliki motivasi dalam belajar, sedangkan ada pula yang mengalami penurunan sebesar 15 % atau 3 responden.
Tabel 12. Klasifikasi Ketersediaan Waktu dalam Mengikuti Kegiatan Ekstrakulikuler Kampus
| Keterangan | Frekuensi | Presentase (%) |
| Ya
Tidak |
12
8 |
60
40 |
| Jumlah | 20 | 100 |
Sumber : Hasil Olahan
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, sebanyak 60 % responden masih banyak yang memiliki waktu untuk melakukan penelitian ilmiah, seminar atau kegiatan lainnya.
Tabel 13. Klasifikasi Ketersediaan Waktu Mengerjakan Tugas Kuliah
| Keterangan | Frekuensi | Presentase (%) |
| berkurang
tetap bertambah |
0
19 1 |
0
95 5 |
| Jumlah | 20 | 100 |
Sumber : Hasil Olahan
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, kebanyakan responden masih memiliki waktu tetap untuk mengerjakan tugas yaitu sebesar 95 %.
Tabel 14. Klasifikasi Penambahan Pengetahuan dan Keilmuan
| Keterangan | Frekuensi | Presentase (%) |
| ya
tidak tetap |
1
15 4 |
5
75 20 |
| Jumlah | 20 | 100 |
Sumber : Hasil Olahan
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, sebanyak 15 responden tidak mengalami penurunan pengetahuan atau keilmuan yaitu 75 %.
Tabel 15. Klasifikasi Manfaat yang di dapatkan Setelah Mengenal Facebook
| Keterangan | Frekuensi | Presentase (%) |
| Banyak kenalan
Menghilangkan stress Menambah pengetahuan dan informasi Lainnya |
18
2 0 0 0 |
90
10 0 0 0 |
| Jumlah | 20 | 100 |
Sumber : Hasil Olahan
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, kebanyakan memiliki banyak kenalan setelah menggunakan situs pertemanan facebook yaitu sebesar 90 % atau 18 responden.
Tabel 16. Klasifikasi Kejiwaan Pengguna Facebook Ketika Tidak On Line
| Keterangan | Frekuensi | Presentase (%) |
| biasa-biasa saja
pusing dan bingung sakit kepala lainnya |
17
2 1 0 |
85
10 5 0 |
| Jumlah | 20 | 100 |
Sumber : Hasil Olahan
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, sebanyak 17 responden atau 85 % merasa biasa-biasa saja bila tidak menggunakan situs pertemanan facebook dalam sehari/sepekan.
Tabel 17. Klasifikasi Mengetahui Dampak Negatif Facebook
| Keterangan | Frekuensi | Presentase (%) |
| ya
tidak |
17
3 |
85
15 |
| Jumlah | 20 | 100 |
Sumber : Hasil Olahan
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, kebanyakan mengetahui dampak negative/positif dari situs pertemanan facebook yaitu sebanyak 17 responden atau sebesar 85 % dan 3 responden lainnya atau 15 % lainnya tidak mengetahui dampaknya.
Tabel 18. Klasifikasi Hal yang Dilakukan Ketika Diketahui Facebook Berdampak Negatif
| Keterangan | Frekuensi | Presentase (%) |
| tetap on line
mengurangi waktu on line berhenti total |
8
10 2 |
40
50 10 |
| Jumlah | 20 | 100 |
Sumber : Hasil Olahan
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, sebanyak 10 responden atau sekitar 50 % akan mengurangi waktu online jika ternyata situs pertemanan facebook dinyatakan berdampak negatif.
PEMBAHASAN
Berdasarkan Hasil Olahan data Menunjukkan bahwa 100 % atau seluruh mahasiswa Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar mengenal situs pertemanan facebook kurang dari 6 bulan yang lalu atau 1 – 6 bulan yang lalu. Mahasiswa Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar berdasarkan hasil olahan data menunjukkan bahwa 100 % atau seluruh mahasiswa ikut bergabung dalam situs pertemanan facebook ini, yang pada umumnya mereka bergabung semenjak mereka menjadi Mahasiswa.
Mahasiswa Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar pada umumnya ikut situs pertemanan ini dengan motivasi untuk mengisi waktu luang saja ataupun untuk mendapatkan teman sebanyak – banyaknya dengan Frekuensi on line lebih dari sekali dalam sepekannya dengan rata – rata penggunaan situs ini antara 2 – 3 jam antara pukul 18.00 – 00.00.
Adapun keadaan motivasi belajar mahasiswa pada umumnya tetap atau situs pertemanan facebook tidak berpengaruh sama sekali dengan motivasi belajar mahasiswa. Begitu pula waktu belajar ataupun mengerjakan tugas serta mengikuti kegiatan ekstrakulikuler masih ada, hal itu menunjukkan bergabung dengan situs pertemanan facebook tidak mengurangi atau menghambat aktifitas maupun kreativitas mahasiswa.
Manfaat yang banyak didapatkan mahasiswa setelah mengenal facebook adalah mendapat kenalan baru atau teman baru. Keadaan kejiwaan mahasiswa ketika tidak on line dalam sehari atau sepekan adalah biasa – biasa saja, hal itu juga menunjukan bahwa situs pertemanan facebook tidak berpengaruh terhadap kejiwaan atau psikologi mahasiswa. Mahasiswa pernah mengenal dampak negatif situs pertemanan facebook dan akan mengurangi waktu on line jika ternyata situs pertemanan facebook dinyatakan berdampak negatif.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil uraian pembahasan dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu :
- Seluruh mahasiswa Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar mengenal situs pertemanan facebook dan ikut bergabung dalam situs pertemanan itu.
- Situs pertemanan facebook tidak berpengaruh terhadap prestasi mahasiswa Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
DAFTAR PUSTAKA
Murdiyatmoko, J. 2007. Memahami dan Mengkaji Masyarakat. Bandung: Grafindo Media Pratama.
Joko, P, SH. 2004. Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta
Sugiyono, Prof. Dr. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung : Penerbit Alfabeta
Facebook di download 28 juli 2009, dari http://www.wikipedia.com
Internet di download 28 juli 2009, dari http://www.wikipedia.com