Pengumpan:
Tulisan
Komentar

PENGARUH SITUS PERTEMANAN FACEBOOK TERHADAP PRESTASI MAHASISWA TEKNIK PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN

Asbi Samli                  :  Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota

Asmirawati                :  Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota

Nur Afniyati Rahim  :  Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota

Suraedah Djumali     :  Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota

ABSTRAK

Situs pertemanan saat ini sedang menjadi suatu tren baru dalam dunia maya atau dalam dunia internet.  Akhir-akhir ini situs pertemanan facebook menjasi situs yang paling diminati oleh pengguna internet di seluruh dunia.  Situs pertemanan ini bukan hanya dikalangan terpelajar saja namun juga dikalangan tidak terpelajar baik segala suku, agama, ras, komunitas, kalangan maupun usia. Situs pertemanan ini sedang menjadi tren baru di kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa jurusan teknik perencanaan wilayah dan kota Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar mahasiswa mengenal dan ikut bergabung dalam situs pertemanan ini serta pengaruhnya terhadap prestasi mahasiswa ketika mengenal situs pertemanan facebook.  Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan menggunakan teknik sampling insidentil dengan instrument yang dipakai dalam mendapatkan data adalah dengan teknik kuisioner (angket).  Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa mahasiswa jurusan

perencanaan wilayah dan kota Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar seluruhnya mengenal dan bergabung dalam situs pertemanan facebook dan situs pertemanan facebook tidak berpengaruh terhadap prestasi mahasiswa.

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Di era globalisasi dan perkembangan IPTEK yang semakin canggih, penyebaran informasi serta akses telekomunikasi dan transportasi semakin lebih cepat dan mudah. Tidak dapat dipungkiri hal tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung mempunyai dampak bagi masyarakat, baik itu berdampak positif ataupun negatif.  Dampaknya pun tidak terbatas terhadap kalangan tertentu saja, namun telah meluas ke semua kalangan baik kalangan terpelajar maupun bukan kalangan terpelajar.

 

Arus Globalisasi yang semakin hari semakin kuat daya tariknya tidaklah dapat terbendung oleh individu, kelompok institusi maupun negara. Arus globalisasi mau tidak mau harus diterima secara terbuka.  Disebabkan globalisasi dapat masuk melalui berbagai sektor dan metode.

Dewasa ini perkembangan telekomunikasi di dunia, khususnya di Indonesia semakin berkembang.  Terbukti dengan tingkat antusiasme masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan fasilitas telekomunikasi modern seperti Handphone (telepon seluler) dan internet.  Dari data statistik yang ada pengguna Handphone (telepon seluler) di Indonesia adalah terbanyak di kawasan Asia Tenggara dengan tingkat presentase penggunanya mencapai 90 % dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia.  Begitu pula penggunaan fasilitas internet sudah merambah ke pelosok – pelosok Indonesia.

Fasilitas internet merupakan fasiltas tercanggih zaman ini, karena dengan adanya fasilitas ini setiap orang dapat mengakses informasi dengan lebih cepat dan efisien.  Selain itu fasilitas ini juga memiliki banyak kelebihan, selain cepat dalam pengaksesan informasi, fasilitas ini dapat berfungsi dalam hal berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain sama halnya dengan telepon seluler ataupun pesawat telepon.

Akhir – akhir ini, beberapa situs web telah menyediakan fasilitas komunikasi pada item – item webnya. Misalnya saja, www.yahoo.com, www.facebook.com, www.friendster.com ataupun situs – situs yang lainnya. Namun di antara situs – situs yang ada hanya facebook saja yang paling diminati oleh masyarakat dunia dari berbagai suku, agama, ras, komunitas, kalangan maupun usia.  Facebook merupakan jejaring pertemanan yang dilengkapi fasilitas chatting, sehingga para penggunanya dapat berkomunikasi dengan siapapun dalam jangka waktu bersamaan.  Kemunculan facebook dapat dikatakan suatu fenomena yang terjadi di masyarakat, yang kemungkinan berakibat positif maupun negatif.

Kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota  UIN Alauddin Makassar telah lama ikut berpartisipasi dalam situs pertemanan ini. Namun, dampaknya belum dapat diketahui seberapa besar baik dan buruknya terhadap prestasi mahasiswa jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota  UIN Alauddin Makassar.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan, yaitu:

 

  • Berapa banyak mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota UIN Alauddin Makassar yang mengenal dan bergabung dalam situs pertemanan Facebook ?
  • Sebarapa besar pengaruh situs pertemanan facebook terhadap prestasi mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota UIN Alauddin Makassar?”

Tujuan Penelitian

Ingin mengetahui sejauh mana pengaruh situs facebook terhadap prestasi belajar mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Manfaat Penelitian

Manfaat bagi  Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

  • Memberi masukan kepada Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar untuk mengetahui sejauh mana pengaruh situs pertemanan facebook terhadap tingkat prestasi belajar mahasiswa.
  • Menambah studi kepustakaan bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Manfaat bagi Penulis

  • Memberi masukan kepada penulis untuk mengetahui bahwa situs pertemanan facebook mempengaruhi tingkat prestasi mahasiswa Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
  • Memberi pengalaman bagi penulis mengenai bagaimana cara melakukan penelitian yang benar.

Tinjauan Pustaka

Internet

Secara harfiah, internet (kependekan dari interconnected-networking) ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf ‘I’ besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.

Rangkaian pusat yang membentuk Internet diawali pada tahun 1969 sebagai ARPANET, yang dibangun oleh ARPA (United States Department of Defense Advanced Research Projects Agency). Beberapa penyelidikan awal yang disumbang oleh ARPANET termasuk kaedah rangkaian tanpa-pusat (decentralised network), teori queueing, dan kaedah pertukaran paket (packet switching).Pada 1 Januari 1983, ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya, dari NCP ke TCP/IP. Ini merupakan awal dari Internet yang kita kenal hari ini.Pada sekitar 1990-an, Internet telah berkembang dan menyambungkan kebanyakan pengguna jaringan-jaringan komputer yang ada.

Internet dijaga oleh perjanjian bi- atau multilateral dan spesifikasi teknikal (protokol yang menerangkan tentang perpindahan data antara rangkaian). Protokol-protokol ini dibentuk berdasarkan perbincangan Internet Engineering Task Force (IETF), yang terbuka kepada umum.

Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC (Request for Comments). Sebagian dari RFC dijadikan Standar Internet (Internet Standard), oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board – IAB). Protokol-protokol internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.

Beberapa layanan populer di internet yang menggunakan protokol di atas, ialah email/surat elektronik, Usenet, Newsgroup, perkongsian file (File Sharing), WWW (World Wide Web), Gopher, akses sesi (Session Access), WAIS, finger, IRC, MUD, dan MUSH. Di antara semua ini, email/surat elektronik dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan Weblog. Internet memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service), seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui internet dimungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger dan Windows Live Messenger.

Budaya Internet

Jumlah pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran(decentralization) / pengetahuan (knowledge) informasi dan data secara ekstrim.

Perkembangan Internet juga telah mempengaruhi perkembangan ekonomi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet. Transaksi melalui Internet ini dikenal dengan nama e-commerce.  Terkait dengan pemerintahan, Internet juga memicu tumbuhnya transparansi pelaksanaan pemerintahan melalui                             e-government.

Akses Internet

Negara dengan akses internet yang terbaik termasuk Korea Selatan (50% daripada penduduknya mempunyai akses jalurlebar – Broadband), dan Swedia. Terdapat dua bentuk akses internet yang umum, yaitu dial-up, dan jalurlebar. Di Indonesia, seperti negara berkembang dimana akses Internet dan penetrasi PC masih juga rendahlainnya sekitar 42% dari akses Internet melalui fasilitas Public Internet akses seperti warnet , cybercafe, hotspot dll. Tempat umum lainnya yang sering dipakai untuk akses internet adalah di kampus dan dikantor.

Disamping menggunakan PC (Personal Computer), kita juga bisa mengakses Internet melalui Handphone (HP) menggunakan Fasilitas yang disebut GPRS (General Packet Radio Service). GPRS merupakan salah satu standar komunikasi wireless (nirkabel) yang memiliki kecepatan koneksi 115 kbps dan mendukung aplikasi yang lebih luas (grafis dan multimedia). Teknologi GPRS dapat diakses yang mendukung fasilitas tersebut. Pen-setting-an GPRS pada ponsel Tergantung dari operator (Telkomsel, Indosat, XL, 3) yang digunakan. Biaya akses Internet dihitung melalui besarnya kapasitas (per-kilobite) yang didownload.

Penggunaan Internet di tempat umum

Internet juga semakin banyak digunakan di tempat umum. Beberapa tempat umum yang menyediakan layanan internet termasuk perpustakaan, dan internet cafe/warnet (juga disebut Cyber Cafe). Terdapat juga tempat awam yang menyediakan pusat akses internet, seperti Internet Kiosk, Public access Terminal, dan Telepon web.  Terdapat juga toko-toko yang menyediakan akses wi-fi, seperti Wifi-cafe. Pengguna hanya perlu membawa laptop (notebook), atau PDA, yang mempunyai kemampuan wifi untuk mendapatkan akses internet.

Facebook

Facebook adalah situs web jejaring sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Keanggotaannya pada awalnya dibatasi untuk siswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat surat-e suatu universitas (seperti: .edu, .ac, .uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs jejaring sosial ini.

Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan alamat surat-e apa pun dapat mendaftar di Facebook. Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah, tempat kerja, atau wilayah geografis.

Hingga Juli 2007, situs ini memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia. Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 situs paling banyak dikunjungi, dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serikat, mengungguli situs publik lain seperti Flickr, dengan 8,5 juta foto dimuat setiap harinya.

METODE PENELITIAN

Jenis dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif.  Artinya, penelitian yang membeberkan ciri – ciri suatu gejala.  Dalam penelitian jenis ini akan dilihat gambaran yang terjadi tentang suatu fenomena sosial. Lokasi penelitian ini adalah di Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar.

 

Objek Penelitian

Populasi untuk penelitian ini adalah semua mahasiswa jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar.  Akan tetapi, mengingat besarnya jumlah dan homogennya populasi akan diambil sampel untuk mewakili dari setiap mahasiswa jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar.

 

Teknik Pengembilan Sampel

Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel insidental yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan penelitian dapat digunakan sebagai sampel, bila kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.

 

Metode Pengolahan dan Analisis Data

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif sehingga yang menjadi tujuan, yaitu berusaha menggambarkan secara detail melalui berbagai cara tentang ciri-ciri suatu fenomena.  Untuk itu, akan digunakan instrument penelitian berupa kuesioner, pengamatan, dan wawancara.

Setelah diperoleh data dari responden akan dilakukan analisis data sederhana melalui tabel frekuensi. Dilanjutkan dengan pemaparan dari wawancara dan pengamatan yang telah dilakukan untuk diambil kesimpulan.

 

 

 

 

 

 

HASIL

Dari 20 responden dibuat penyederhanaan kembali data yang dapat dianalisis, berikut tabel Pengkodean.

Tabel 1.  Tabel Pengkodean

Buku Kode
Kolom Kode Keterangan
1 1-2 1=  Pria

2 =  Wanita

2 1-5 1 = semester I

2 = semester III

3 = semester V

4 = semester VII

5 = semester VII ke atas

3 1-2 1 = Ya

2 = tidak

4 1-3 1 = < 6 bulan

2 = 6 bulan – 1 tahun

3 = > 1 tahun

5 1-2 1 = Ya

2 = tidak

6 1-2 1 = sebelum menjadi mahasiswa

2 = setelah menjadi mahasiswa

 

 

7

 

 

1-5

 

 

1 = cari teman

2 = mengisi waktu luang

3 = ikut=ikutan

4 = tuntutan zaman

5 = lainnya

8 1-5 1 = sekali sepekan

2 = 2 kali sepekan

3 = 3 kali sepekan

4 = setiap hari

5 = lainnya

9 1-5 1 = < 1 jam

2 = 1-2 jam

3 = 2-3 jam

4 = 3-4 jam

5 = > 4 jam

10 1-4 1 = antara jam 00.00 – 06.00

2 = antara jam 06.00 – 12.00

3 = antara jam 12.00 – 18.00

4 = antara jam 18.00 – 00.00

11 1-3 1 = naik

2= tetap

3 = turun

12 1-2 1 = Ya

2 = tidak

13 1-3 1 =berkurang

2= tetap

3 = bertambah

14 1-3 1 = ya

2 = tidak

3 = tetap

15 1-4 1 = banyak kenalan

2 = menghilangkan stress

3 = menambah pengetahuan dan informasi

4 = lainnya

16 1-4 1 = biasa-biasa saja

2 = pusing dan bingung

3 = sakit kepala

4 = lainnya

17 1-2 1 = ya

2 = tidak

18 1-3 1 = tetap on line

2 = mengurangi waktu on line

3 = berhenti  total

Sumber :  Hasil Olahan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 2.  Tabel Pengkodean

No Kolom
Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 2 4 1 1 1 2 1 2 2 4 2 1 2 1 1 1 1 1
2 2 4 1 1 1 2 3 4 2 4 3 1 2 2 2 1 1 2
3 1 4 1 1 1 2 1 3 3 2 1 1 3 2 1 1 1 1
4 2 4 1 1 1 2 2 3 3 4 2 2 2 2 2 1 1 2
5 2 4 1 2 1 2 2 3 2 4 2 1 2 3 1 3 1 1
6 2 4 1 2 1 2 1 3 1 4 2 2 2 3 1 1 1 1
7 2 4 1 1 1 2 1 2 2 4 2 2 2 2 1 1 1 2
8 1 4 1 1 1 2 4 2 2 4 2 2 2 2 1 1 1 1
9 2 4 1 1 1 2 3 2 2 4 2 2 2 2 2 1 1 2
10 1 4 1 1 1 1 2 4 3 3 2 2 2 2 1 1 1 2
11 2 4 1 1 1 2 3 5 2 2 2 1 2 2 3 1 1 2
12 1 4 1 3 1 2 2 2 3 4 2 2 2 2 3 1 1 3
13 1 4 1 1 1 2 1 1 1 4 2 1 2 2 3 1 1 2
14 2 4 1 1 1 1 2 4 3 4 2 2 2 2 3 1 2 1
15 2 2 1 2 1 2 2 4 2 4 2 1 2 3 1 2 2 2
16 2 4 1 1 1 2 4 1 2 1 2 1 2 2 3 1 1 2
17 1 4 1 1 1 2 5 4 5 1 1 1 2 2 3 1 1 3
18 1 4 1 3 1 2 5 5 2 4 2 1 2 2 4 1 2 1
19 1 4 1 2 1 2 5 5 5 4 2 1 2 2 1 1 1 1
20 1 4 1 1 1 2 2 5 3 4 2 1 2 3 2 2 1 2

Sumber  :  Hasil Olahan

Tabel 3.  Klasifikasi Jenis Kelamin

Keterangan Frekuensi Presentase (%)
Pria

Wanita

10

10

50

50

Jumlah 20 100

Sumber  :  Hasil Olahan

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, sebanyak 10 orang responden berjenis kelamin pria dan 10 orang responden berjenis kelamin wanita.  Artinya, 50 % responden adalah wanita dan 50 % pula pria.

 

Tabel 4.  Klasifikasi Semester

Keterangan Frekuensi Presentase (%)
Semester I

Semester III

Semester V

Semester VII

Semester VII ke atas

0

1

0

19

0

0

5

0

95

0

Jumlah 20 100

Sumber  :  Hasil Olahan

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, sebanyak 19 orang responden pada semester VII memiliki jumlah presentase paling besar yaitu sebanyak 95 %.

Tabel 5.  Klasifikasi Mengenal Site Pertemanan Facebook

Keterangan Frekuensi Presentase (%)
Ya

Tidak

20

0

100

0

Jumlah 20 100

Sumber  :  Hasil Olahan

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, semuanya mengenal situs pertemanan facebook yaitu sebanyak 100 %.

Tabel 6.  Klasifikasi Lama Mengenal Site Pertemanan Facebook

Keterangan Frekuensi Presentase (%)
< 6 bulan

6 bulan – 1 tahun

> 1 tahun

14

4

2

70

20

10

Jumlah 20 100

Sumber  :  Hasil Olahan

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, paling banyak sudah mengenal situs pertemanan facebook < 6 bulan yaitu sebanyak 70 %.

 

 

 

Tabel 7.  Klasifikasi Bergabung dengan Situs Pertemanan Facebook

Keterangan Frekuensi Presentase (%)
Ya

Tidak

20

0

100

0

Jumlah 20 100

Sumber  :  Hasil Olahan

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, semua responden sudah bergabung dengan situs pertemanan facebook dengan presentase sebanyak 100 %.

Tabel 8.  Klasifikasi Waktu Bergabung dalam Situs Pertemanan Facebook

Keterangan Frekuensi Presentase (%)
Sebelum menjadi mahasiswa

Setelah menjadi mahasiswa

2

18

10

90

Jumlah 20 100

Sumber  :  Hasil Olahan

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, sebanyak 18 responden bergabung dengan situs pertemanan facebook setelah menjadi mahasiswa sebanyak 90 %.

Tabel 9.  Klasifikasi Motivasi Untuk Bergabung

Keterangan Frekuensi Presentase (%)
cari teman

mengisi waktu luang

ikut-ikutan

tuntutan zaman

lainnya

5

7

3

2

3

25

35

15

10

15

Jumlah 20 100

Sumber  :  Hasil Olahan

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, sebanyak 7 responden dengan presentase sebanyak 35 % bergabung dengan situs pertemanan facebook hanya untuk mengisi waktu luang, sedangkan 5 responden lainnya hanya untuk mencari-cari teman, kemudian 3 responden hanya untuk ikut-ikutan dan 2 responden lainnya karena tuntutan zaman.

 

Tabel 9.  Klasifikasi Frekuensi On Line dalam Sepekan

Keterangan Frekuensi Presentase (%)
sekali sepekan

2 kali sepekan

3 kali sepekan

setiap hari

lainnya

2

5

4

5

4

10

25

20

25

20

Jumlah 20 100

Sumber  :  Hasil Olahan

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, kebanyakan menggunakan situs pertemanan facebook setiap 2 kali dalam sepekan dan ada pula yang setiap hari masing-masing sebanyak 5 responden yaitu 25 % dan yang lainnya ada yang hanya 3 kali dalam sepekan dan ada pula yang hanya sekali dalam sepekan.

Tabel 9.  Klasifikasi Berapa Lama Waktu yang dihabiskan Setiap On Line

Keterangan Frekuensi Presentase (%)
< 1 jam

1-2 jam

2-3 jam

3-4 jam

> 4 jam

2

10

6

0

2

10

50

30

0

10

Jumlah 20 100

Sumber  :  Hasil Olahan

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, pengguna situs pertemanan facebook rata-rata online selama 1-2 jam dalam sehari yaitu sebanyak 50 % atau 10 responden.

Tabel 10.  Klasifikasi Waktu (Jam) On Line

Keterangan Frekuensi Presentase (%)
antara jam 00.00 – 06.00

antara jam 06.00 – 12.00

antara jam 12.00 – 18.00

antara jam 18.00 – 00.00

2

2

1

15

10

10

5

75

Jumlah 20 100

Sumber  :  Hasil Olahan

Dari tabel 10 menunjukkan bahwa dari 20 responden, kebanyakan menggunakan situs pertemanan facebook antara jam 18.00 – 00.00 yaitu sebanyak 75 %.

Tabel 11.  Klasifikasi Motivasi Belajar Ketika Mengenal Situs Facebook

Keterangan Frekuensi Presentase (%)
naik

tetap

turun

2

15

3

10

75

15

Jumlah 20 100

Sumber  :  Hasil Olahan

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, tingkat belajar mahasiswa sebanyak 15 responden atau 75 % masih tetap memiliki motivasi dalam belajar, sedangkan ada pula yang mengalami penurunan sebesar 15 % atau 3 responden.

Tabel 12.  Klasifikasi Ketersediaan Waktu dalam Mengikuti Kegiatan Ekstrakulikuler Kampus

Keterangan Frekuensi Presentase (%)
Ya

Tidak

12

8

60

40

Jumlah 20 100

Sumber  :  Hasil Olahan

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, sebanyak 60 % responden masih banyak yang memiliki waktu untuk melakukan penelitian ilmiah, seminar atau kegiatan lainnya.

Tabel 13.  Klasifikasi Ketersediaan Waktu Mengerjakan Tugas Kuliah

Keterangan Frekuensi Presentase (%)
berkurang

tetap

bertambah

0

19

1

0

95

5

Jumlah 20 100

Sumber  :  Hasil Olahan

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, kebanyakan responden masih memiliki waktu tetap untuk mengerjakan tugas yaitu sebesar          95 %.

Tabel 14.  Klasifikasi Penambahan Pengetahuan dan Keilmuan

Keterangan Frekuensi Presentase (%)
ya

tidak

tetap

1

15

4

5

75

20

Jumlah 20 100

Sumber  :  Hasil Olahan

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, sebanyak 15 responden tidak mengalami penurunan pengetahuan atau keilmuan yaitu 75 %.

Tabel 15.  Klasifikasi Manfaat  yang di dapatkan Setelah Mengenal Facebook

Keterangan Frekuensi Presentase (%)
Banyak kenalan

Menghilangkan stress

Menambah pengetahuan dan informasi

Lainnya

18

2

0

0

0

90

10

0

0

0

Jumlah 20 100

Sumber  :  Hasil Olahan

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, kebanyakan memiliki banyak kenalan setelah menggunakan situs pertemanan facebook yaitu sebesar 90 % atau 18 responden.

Tabel 16.  Klasifikasi Kejiwaan Pengguna Facebook Ketika Tidak On Line

Keterangan Frekuensi Presentase (%)
biasa-biasa saja

pusing dan bingung

sakit kepala

lainnya

17

2

1

0

85

10

5

0

Jumlah 20 100

Sumber  :  Hasil Olahan

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, sebanyak 17 responden atau 85 % merasa biasa-biasa saja bila tidak menggunakan situs pertemanan facebook dalam sehari/sepekan.

 

 

Tabel 17.  Klasifikasi Mengetahui Dampak Negatif Facebook

Keterangan Frekuensi Presentase (%)
ya

tidak

17

3

85

15

Jumlah 20 100

Sumber  :  Hasil Olahan

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, kebanyakan mengetahui dampak negative/positif dari situs pertemanan facebook yaitu sebanyak 17 responden atau sebesar 85 % dan 3 responden lainnya atau 15 % lainnya tidak mengetahui dampaknya.

Tabel 18.  Klasifikasi Hal yang Dilakukan Ketika Diketahui Facebook Berdampak Negatif

Keterangan Frekuensi Presentase (%)
tetap on line

mengurangi waktu on line

berhenti  total

8

10

2

40

50

10

Jumlah 20 100

Sumber  :  Hasil Olahan

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden, sebanyak 10 responden atau sekitar 50 % akan mengurangi waktu online jika ternyata situs pertemanan facebook dinyatakan berdampak negatif.

 

PEMBAHASAN

Berdasarkan Hasil Olahan data Menunjukkan bahwa 100 % atau seluruh mahasiswa Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar mengenal situs pertemanan facebook kurang dari 6 bulan yang lalu atau 1 – 6 bulan yang lalu.  Mahasiswa Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar berdasarkan hasil olahan data menunjukkan bahwa 100 % atau seluruh mahasiswa ikut bergabung dalam situs pertemanan facebook ini, yang pada umumnya mereka bergabung semenjak mereka menjadi Mahasiswa.

Mahasiswa Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar pada umumnya ikut situs pertemanan ini dengan motivasi untuk mengisi waktu luang saja ataupun untuk mendapatkan teman sebanyak – banyaknya dengan Frekuensi on line  lebih dari sekali dalam sepekannya dengan rata – rata penggunaan situs ini antara 2 – 3 jam antara pukul 18.00 – 00.00.

 

Adapun keadaan motivasi belajar mahasiswa pada umumnya tetap atau situs pertemanan facebook  tidak berpengaruh sama sekali dengan motivasi belajar mahasiswa.  Begitu pula waktu belajar ataupun mengerjakan tugas serta mengikuti kegiatan ekstrakulikuler masih ada, hal itu menunjukkan bergabung dengan situs pertemanan facebook tidak mengurangi atau menghambat aktifitas maupun kreativitas mahasiswa.

Manfaat yang banyak didapatkan mahasiswa setelah mengenal facebook adalah mendapat kenalan baru atau teman baru. Keadaan kejiwaan mahasiswa ketika tidak on line dalam sehari atau sepekan adalah biasa – biasa saja, hal itu juga menunjukan bahwa situs pertemanan facebook tidak berpengaruh terhadap kejiwaan atau psikologi mahasiswa.  Mahasiswa pernah mengenal dampak negatif situs pertemanan facebook dan akan mengurangi waktu  on line jika ternyata situs pertemanan facebook dinyatakan berdampak negatif.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil uraian pembahasan dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu :

 

  1. Seluruh mahasiswa Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar mengenal situs pertemanan facebook dan ikut bergabung dalam situs pertemanan itu.
  2. Situs pertemanan facebook tidak berpengaruh terhadap prestasi mahasiswa Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Murdiyatmoko,  J. 2007.  Memahami dan Mengkaji Masyarakat.  Bandung:  Grafindo Media Pratama.

Joko, P,  SH.  2004.  Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktek.  Jakarta:  Penerbit Rineka Cipta

Sugiyono, Prof. Dr.  Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D.  Bandung :  Penerbit Alfabeta

Facebook di download 28 juli 2009, dari http://www.wikipedia.com

Internet di download 28 juli 2009, dari http://www.wikipedia.com

 

 

HARAMNYA YOGA

Padangpanjang ( Berita ) : Forum Ijtima ulama Komisi III Fatwa MUI se-Indonesia III mengeluarkan fatwa yoga yang mengandung meditasi, murni ritual dan spiritual agama lain, hukum melakukannya bagi orang Islam adalah haram. “Fatwa tersebut dibutuhkan, agar umat Islam tidak mencampur adukkan yang hak dengan yang bathil,” kata Ketua MUI Pusat, Ma’ruf Amin, di Padangpanjang, Minggu [25/01] . Namun, MUI juga mengeluarkan Fatwa bahwa yoga yang murni olahraga pernafasan untuk kepentingan kesehatan hukumnya mubah (boleh). Menurut dia, landasan hukum atas fatwa MUI itu adalah Al Quran dalam surat Muhammad ayat 47,33 yang mengamanatkan, orang Islam agar menaati Allah SWT dan Rasul, serta jangan merusakkan (pahala) amal-amalmu. Ayat yang mengisyaratkan larangan mencampur-adukkan yang hak dengan yang bathil dalam Al-Quran Al Baqarah 2: 42. “Fatwa tersebut lebih berdasar, persoalan hukum Yoga mencuat ke permukaan setelah munculnya berita tentang fatwa Ahli Majlis Mudzakarah Fatwa Kebangsaan (AMMFK)yang bersidang pada 22-24 Oktober 2008 di Kota Bharu Kelantan Malaysia yang memutuskan keharaman Yoga. Atas fatwa tersebut, muncul banyak pertanyaan dan permintaan agar MUI mengkaji, membahas dan juga memfatwakan masalah Yoga. Berangkat dari desakan ini akhirnya pimpinan MUI membentuk Team Peneliti Yoga yang terdiri dari Komisi Pengkajian dan Komisi Fatwa MUI. Yoga, oleh masyarakat Indonesia umumnya dipahami hanya sebagai salah satu bentuk olah raga pernafasan yang biasa diajarkan di sanggar-sanggar senam dan kebugaran. Namun setelah dilakukan penelitian dan pengkajian oleh Team MUI, persoalan Yoga tidak sesederhana yang dipahami selama ini. Yoga sesungguhnya sudah ada sejak 6 abad sebelum Masehi, jauh sebelum agama Hindu lahir. Yoga awal tidak terkait dengan agama apapun, tetapi dalam perkembangannya banyak pendeta Hindu yang mendalami Yoga yang kemudian melakukan asimilasi Yoga dengan ajaran agama Hindu. “Meski demikian, Yoga sendiri tidak seluruhnya dikembangkan atau berkembang dalam bingkai agama Hindu. Ada Yoga yang tidak bercampur dengan ajaran agama,” katanya. ( ant )

Fatwa MUI (Kesesatan Syiah)

Majelis Ulama Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional bulan Jumadil Akhir 1404 H./Maret 1984 merekomendasikan tentang faham Syi’ ah sebagai berikut :

Faham Syi’ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jamm’ah) yang dianut oleh Umat Islam Indonesia. Perbedaan itu diantaranya :
# Syi’ah menolak hadis yang tidak diriwayatkan oleh Ahlu Bait, sedangkan ahlu Sunnah wal Jama’ah tidak membeda-bedakan asalkan hadits itu memenuhi syarat ilmu mustalah hadis.
#
# Syi’ah memandang “Imam” itu ma ‘sum (orang suci), sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah memandangnya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kekhilafan (kesalahan).
# Syi’ah tidak mengakui Ijma’ tanpa adanya “Imam”, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ ah mengakui Ijma’ tanpa mensyaratkan ikut sertanya “Imam”.
# Syi’ah memandang bahwa menegakkan kepemimpinan/Pemerintahan (imamah) adalah termasuk rukun agama, sedangkan Sunni (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) memandang dari segi kemaslahatan umum dengan tujuan keimamahan adalah untuk menjamin dan melindungi da’wah dan kepentingan ummat.
# Syi’ah pada umumnya tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar as-Siddiq, Umar Ibnul Khatab, dan Usman bin Affan, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengakui keempat Khulafa’ Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali bin Abi Thalib).
# Mengingat perbedaan-perbedaan pokok antara Syi’ah dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah seperti tersebut di atas, terutama mengenai perbedaan tentang “Imamah” (Pemerintahan)”, Majelis Ulama Indonesia menghimbau kepada ummat Islam Indonesia yang berfaham Ahlus Sunnah wal Jama’ah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya faham yang didasarkan atas ajaran Syi’ah www.mui.or.id

PALESTINAKU

Derap langkah Sang Mujahid
Menggetarkan Sang Jagad
Hentakan laras Sang Syahid
Mendebarkan Sang Murtad

Allahu Akbar, Allahu Akbar
Menuju kemenangan yang akbar
Membuat Sang Zionis berdebar
Membuat Sang Zionis terhampar

Rebut kembali Al – Quds
Dari belenggu Sang Zionis
Rebut kembali Yarussalem
Dari kungkungan Salibis

Janganlah risau akhi
Janganlah galau ukhti
Tentara Allah pasti akan kembali
Islam akan jaya di muka bumi

Oleh : Abi El Makassary

Dahulukan Akhlak di atas Fikih! itu kata Kang Jalal dalam bukunya, tetapi apakah Kang Jalal sudah melakukannya sebelum mengajak orang lain?
Beberapa waktu yang lalu masyarakat berpeluang menyaksikan dialog Nasional Sunni Syi’ah di layar TV. Menurut informasi yang beredar, penganut sunni yang akan berdialog adalah Fauzan Anshari, sementara penganut syi’ah yang akan memaparkan dalil-dalil syar’i kebenaran mazhab syi’ah adalah Jalaluddin Rahmat. Semua menunggu hari dialog dengan penuh penantian.

Lagi-lagi dari informasi yang beredar, Fauzan berniat mengajak kang Jalal untuk bermubahalah, memohon azab Allah yang disegerakan untuk mengetahui mana yang benar, antara mazhab Fauzan dan mazhab kang Jalal. Tapi ternyata masyarakat belum dapat menyaksikan langsung bukti kebenaran masing-masing mazhab, karena jika terjadi mubahalah, selang beberapa waktu akan terjadi sebuah peristiwa buruk, atau siksa, atau kematian dengan kecelakaan pada pihak yang mazhabnya salah, akhirnya masyarakat akan mengerti dengan jelas. Seperti dikutip oleh majalah Sabili, karena merasa ditipu dan dipermainkan, Fauzan membatalkan keikutsertaannya dalam dialog, lalu panitia menghubungi Nabhan Husein yang akhirnya menggantikan Fauzan.

Pada awal sesi Kang Jalal (biasanya Jalaludin dipanggil dengan panggilan ini) membacakan riwayat dari kitab tafsir Qurtubi tentang sebab turunnya surat Al Ma’arij.

Sudah menjadi kebiasaan kawan-kawan syi’ah, ketika dihadapkan dengan nukilan dari literatur induk syi’ah yang menerangkan hakekat mazhabnya, maka mereka segera menasehati lawan dialognya agar tidak membaca nukilan sepotong-sepotong, hendaknya membaca kitab seluruhnya supaya faham maksud perkataan itu dengan jelas, serta jangan percaya pada antek musuh Islam yang menebar fitnah untuk memecah belah ummat, mari kita lupakan perbedaan sepele yang ada antara sunni dan syi’ah untuk menghadapi musuh utama kita, yaitu kaum yahudi. Padahal nukilan tadi jelas jelas dari kitab induk yang menjadi pedoman syi’ah. Akhirnya sunni yang kebetulan polos percaya saja dengan jawaban kawan syi’ah tadi. Padahal belum tentu kawan syi’ah tadi sudah pernah melihat langsung nukilan itu di kitab mereka. Karena kitab-kitab literatur induk syi’ah yang memuat salah satu “pusaka” yang harus diikuti oleh ummat Islam, yaitu ajaran ahlulbait, seperti kitab al kafi, biharul anwar, al istibshar dan tahzibul ahkam tidak bisa ditemukan dengan mudah, tidak seperti kitab-kitab hadits ahlussunah yang mudah didapat. Jika memang kita harus mengikuti ahlulbait, mengapa kitab-kitab yang memuat riwayat-riwayat ahlubait tidak diterjemahkan supaya diketahui kaum muslimin secara luas?

Kang Jalal menukil dari tafsir Qurtubi yang merupakan salah satu literatur induk tafsir ahlussunnah wal jamaah, bukannya dari kitab syi’ah. Pemirsa pasti akan menganggap bahwa nukilan itu adalah pendapat ahlussunah, karena berasal dari salah satu kitab literatur tafsir ahlussunnah.

Menurut riwayat yang dibaca oleh kang Jalal , bahwa sebab turunnya surat Al Ma’arij yang ayat pertamanya berbunyi : sa’ala saa’ilun bi azaabin waaqi’, artinya seorang telah meminta azab yang pasti akan menimpanya, orang itu adalah Nu’man bin Harits Al Fihri, ketika mendengar bahwa Nabi bersabda pada Ali bahwa ” barang siapa aku(Nabi) menjadi walinya, maka Ali harus menjadi walinya” langsung mengndarai ontanya. Ketika sampai di Abtah (sebuah tempat di kota mekah), dia turun dan menambatkan ontanya, lalu menghadap Nabi dan berkata : wahai Muhammad, kamu memerintahkan kami untuk melaksanakan perintah Allah untuk bersaksi tiada tuhan selain Allah dan kamu adalah Rasulullah maka kami terima perintah itu, dan kamu memerintahkan kami untuk melaksanakan perintah Allah sholat lima waktu dan ini juga telah kami terima. Dan kamu memerintahkan kami untuk melaksanakan perintah Allah untuk berzakat dan kami pun tidak menolaknya, juga dan kamu memerintahkan kami untuk melaksanakan perintah Allah untuk berpuasa pada bulan ramadhan setiap tahun, kami terima itu. Dan kamu memerintahkan kami untuk melaksanakan perintah Allah untuk berhaji dan kami terima, tapi kamu masih kurang dengan semua ini lalu kamu lebihkan anak pamanmu di atas kami? Apakah hal ini dari Allah atau dari dirimu sendiri? Lalu Nabi menjawab : demi Allah yang tiada tuhan selain dia, perintah ini tidak datang kecuali dari Allah. Lalu Harits berpaling sambil mengucapkan doa: “ya Allah jika memang ucapan Muhammad adalah benar, turunkanlah hujan batu dari langit, atau datangkanlah siksa yang pedih kepadaku”. Demi Allah, dia tidak sampe ke ontanya sampai dia dilempar oleh Allah dengan batu mengenai kepala dan menembus duburnya dan dia pun mati. Lalu turunlah ayat pertama surat Al Ma’arij.

Dalam riwayat ini terdapat beberapa point penting yang akan ditangkap oleh permirsa yang menyaksikan siaran dialog:
•Yang dimaksud dengan orang kafir yang meminta azab adalah mereka yang kafir dengan pengangkatan Ali.
•Seolah pengangkatan Ali adalah resmi dari Allah, yang mana menolak pengangkatan Ali sebagai khalifah dihukumi kafir. Karena dengan riwayat ini, orang kafir yang dimaksud adalah mereka yang menolak pengangkatan Ali.
•Percaya pada pengangkatan Ali adalah termasuk pembeda antara mukmin dan kafir, berarti termasuk pokok agama yang penting.
•Apakah ahlussunnah yang menolak pengangkatan Ali adalah kafir? Jika kita kembali pada riwayat di atas maka jawabnya “ya”.
•Menurut riwayat ini surat Al Ma’arij adalah madaniyah, yaitu turun setelah hijrah, karena sabda Nabi pada Ali tersebut diucapkan setelah haji wada’.
•Riwayat ini adalah dari sumber ahlussunnah, jadi dianggap pendapat ahlussunnah. Seolah Qurtubi dan Ahlussunnah berpendapat seperti itu.
•Pendapat ahlussunnah yang tidak sesuai dengan syiah dalam masalah pengangkatan Ali sebagai khalifah seolah menyelisihi ajaran ahlussunnah sendiri.

Setelah dilihat kembali dalam tafsir Qurtubi, ternyata kang Jalal sengaja membaca kutipan yang memperkuat pendapatnya dan tidak membaca keterangan dari tafsir Qurtubi sebelum dan sesudah riwayat yang dibaca itu, alias dia tidak menerapkan nasehat yang biasanya diucapkan oleh seorang syi’ah pada setiap sunni yang ingin menghujat syi’ah dengan nukilan dari literatur syi’ah sendiri. Yaitu memotong nukilan yang sesuai dengan tujuan dan kepentingannya dan menyembunyikan nukilan yang tidak sesuai dengan kepentingan.

Pada setiap awal tafsir surat, biasanya Qurtubi menjelaskan status surat, apakah surat itu makiyah atau madaniyah. Di awal tafsir surat ma’arij, imam Qurtubi menerangkan bahwa surat Al Ma’arij adalah makkiyyah, dan tidak ada perbedaan pendapat dalam hal ini. Suurotul ma’aarij, makkiyyatun bittifaq. Saya kira kang jalal yang bisa membaca riwayat di tafsir Qurtubi dengan baik dan menterjemahkan dengan bahasa yang “menggerakkan” pasti memahami arti perkataan Qurtubi mengenai waktu turunnya surat ini. Arti kalimat bittifaq adalah dengan kesepakatan seluruh mufassirin. Memang benar, seluruh mufassirin ahlussunnah sepakat bahwa surat Al Ma’arij turun di Makkah, sebelum Nabi hijrah ke Madinah. Atau jika ada yang tidak setuju dengan statement bahwa seluruh mufassirin ahlussunnah berpendapat demikian, paling tidak Qurtubi sendiri berpendapat demikian. Tapi merupakan metode Qurtubi dalam penulisan tafsir, beliau menyebutkan perbedaan pendapat dalam waktu turun sebuah surat jika ada perbedaan dalam hal itu. Bisa dilihat dalam tafsir surat Shaff di mana ada perbedaan mengenai waktu turunnya. Madaniyyatun fi qaulil jami’, fii maa dzakarohul maawardi. Wa qiila innaha makkiyyatun, dzakarohu Annahhas an ibni Abbas. Sementara dalam surat Taghabun Qurtubi membeberkan perbedaan pendapat yang ada mengenai masa turunnya surat ini. Madaniyyatun fi qaulil aktsarin. Wa qala adhahhaku makkiyyatun wa qala alkalbiyyu hiya makkiyyatu wa madaniyyatun.. wa an ibni Abbas anna surata taghabun nazalat bimakkah, illa ayaatun min akhiriha nazalat bil madinah. Ini jika memang ada perbedaan pendapat mengenai masa turunnya sebuah surat.

Jika memang kesepakatan ulama adalah surat Al Ma’arij turun di mekkah, lalu mengapa Qurtubi sendiri menukil riwayat yang dibacakan oleh kang Jalal? Qurtubi menukilkan riwayat itu untuk sekedar pengetahuan pembaca bahwa ada riwayat yang mengatakan demikian, tapi riwayat ini tidak digubris oleh Qurtubi karena lemah sehingga tidak mempengaruhi kesepakatan ulama yang menerangkan bahwa surat Al Ma’arij turun di Makkah.

Dari awal tafsir surat ini amatlah jelas lemahnya pendapat kang Jalal, yang sengaja melewatkan kalimat ini karena jika dibaca akan mementahkan apa yang ingin disampaikan pada pemirsa..
Kita tidak mudah untuk menerima kenyataan bahwa pelaku hal ini adalah kang Jalal, salah satu “cendikiawan” muslim indonesia yang susah dicari tandingannya karena memiliki skill mengungkapkan pikiran dengan bahasa yang enak, menggerakkan dan ditambah dengan reasoning yang kuat. Akhirnya orang pun “tergerakkan” ketika membaca tulisannya dan mendengar ceramahnya.

Lalu siapa yang dimaksud dalam surat ini? Siapa yang menantang Allah untuk mendatangkan siksanya? Qurtubi telah menjelaskannya tapi sengaja tidak dibaca oleh kang Jalal. orang itu adalah Nadhr bin Harits, yang mengatakan : Ya Allah jika memang hal ini(ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad)adalah benar maka turunkanlah hujan batu dari langit atau siksalah kami dengan siksa yang pedih”. Perkataan ini dikisahkan Allah pada kita di surat Al Anfal ayat 32. Nadhr bin Harits mati dibunuh setelah perang badar. Imam Bukhari menerangkan bahwa yang mengatakan adalah Abu Jahal. Dalam sohih Muslim juga dicantumkan riwayat demikian. Ini semakin memperkuat pendapat Qurtubi, bahwa surat Al Ma’arij turun di mekkah sebelum hijrah. Sementara sabda Nabi yang difahami syi’ah sebagai pelantikan Ali sebagai khalifah terucap setelah haji wada’, di ghadir khum, dalam perjalanan pulang ke Medinah.

Di sisi lain ada kejanggalan fatal dalam riwayat ini. Riwayat peristiwa ghadir khum tercantum dalam kitab-kitab hadits ahlussunnah, di antaranya adalah shahih muslim, Turmuzi, Nasa’i, Ahmad dan Thabrani. Seluruh riwayat itu mengatakan bahwa Nabi mensabdakan sabdanya di atas saat rombongan haji Rasulullah singgah di Ghadir Khum sepulang dari haji wada’. Tapi riwayat yang dibaca oleh kang Jalal di tafsir Qurtubi menerangkan bahwa Nabi ditanya oleh Harits bin Nu’man Al Fihri di Mekah, yaitu di Abtah . Sementara itu kita ketahui bersama bahwa setelah haji wada’, Nabi tidak pernah pergi lagi ke Mekah hingga beliau wafat sekitar tiga bulan setelah haji wada’. Jadi peristiwa dalam riwayat yang dibaca oleh kang Jalal adalah fiktif.

Kang Jalal memang aktif menulis buku, salah satu buku terakhir kang Jalal berjudul Belajar Cerdas, membahas mengenai otak manusia. Pada pengantar buku kang Jalal menuliskan sebuah “promosi” bagi SMU Plus Muthahhari Bandung. Perlu anda tahu bahwa kang Jalal adalah kepala SMU Plus Muthahhari. Kang Jalal sering merasa terharu ketika mendengar seorang murid SMU Plus Muthahhari mengucapkan do’a dan diikuti oleh murid-murid lainnya :

Ya Allah
Sehatkan tubuhku
Cerdaskan otakku
Bersihkan hatiku
Indahkan akhlaqku

Saya yakin pembaca sepakat dengan saya bahwa perbuatan yang dilakukan kang Jalal saat dialog bukanlah akhlaq terpuji. Ironis memang.

Sampahmi Sedeng


Tidak tahu kenapa yah ??? sampah bertebaran di mana – mana. di drainase, di jalan, di pot bunga lah, ehhhhhhh…bahkan di pete – pete n bus kota alias DAMRI……….wah…wah..wah…..apa sebabnya hal itu terjadi………….??????

Ternyata hal itu terjadi karena beberapa sebab, yaitu :

  1. Manusia kurang sadar atau pura-pura tidak sadar akan pentingnya menjaga lingkungan hidup…….apalagi kebanyakan orang Indonesia adalah umat Islam..malu donk ma Hadits nabi ” Kebersihan adalah sebagian daripada Iman”.
  2. Kurangnya pengetahuan akan lingkungan. hal itu terjadi bukan karena tidak adanya kesadaran akan kebersihan namun karena belum mengetahui perihal yang mencemari lingkungan…..mungkin malas masuk kuliah yah…………..heheheh
  3. Kurangnya kepedulian pemerintah. Pemerintah dalam hal ini berperan penting dalam hal membina dan membuat kebijakan dalam hal lingkungan serta penyediaan fasilitas kebersihan.

Oleh Asbi Samli
Mahasiswa S1 PWK UIN Alauddin
A. Pendahuluan
Kota Makassar yang semakin padat menghadapi masalah penyediaan permukiman yang sehat. Saat ini jumlah penduduk indonesia yang tinggal diperkotaan mencapai 112 juta jiwa. Hampir seperempat dari penduduk perkotaan atau sekitar 25 juta jiwa hidup di kawasan permukiman kumuh. Tingginya laju urbanisasi antara 1-1,5% per tahun membuktikan kota masih memiliki daya tarik sebagai penyedia lapangan kerja, sarana dan prasarana publik.
Staf Direktur Pengembangan Permukiman Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum, Wicaksono mengatakan, kota-kota di Indonesia termasuk di Sulsel tumbuh semakin pesat. Namun menurutnya pembangunan perkotaan masih berorientasi ekonomi semata seperti semarak pembangunan mal namun tidak menyentuh pada penyediaan permukiman sehat bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sehingga muncul perkumuhan di perkotaan. Harga rumah diperkotaan yang tidak terjangkau membuat masyarakat banyak tinggal dipermukiman kumuh. Belum adanya data mengenai kawasan permukiman kumuh perkotaan yang up date menjadi kendala dalam penyusunan kebijakan penanganan perumahan dan permukiman kumuh perkotaan. “Kultur masyarakat yang sudah terbiasa tinggal di permukiman kumuh turut menjadi kendala untuk mengajak masyarakat tinggal diperumahan yang lebih sehat dan tertib seperti Rusunawa,” katanya kepada Upeks, belum lama ini saat menjadi pemateri mengenai rencana penerapan revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman ( Ujung Pandang Express, 29 November 2008).
Menuju kota bebas kumuh 2025 diperlukan komitmen kuat pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas permukiman di perkotaan mulai dari pendataan, perencanaan hingga perbaikan fisik lingkungan permukiman kumuh perkotaan. Departemen PU sendiri melalui (Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya turut melakukan peningkatan permukiman kumuh kategori ringan dan sedang melalui perbaikan prasarana seperti jalan setapak, drainase, dan air minum.
Untuk proyek permukiman kumuh kategori berat dilakukan dengan peremajaan kota dan pembangunan rumah susun sederhana khususnya pada lokasi berkepadatan tinggi. Masyarakat pun dilibatkan menjadikan permukimannya sehat melalui program air minum berbasis masyarakat yang dilaksanakan di 110 kota yang mencakup 5000 kelurahan/desa.
Kesejahteraan masyarakatnya pun ditingkatkan melalui program penanggulangan kemiskinan perkotaaan (P2KP) dan Program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM Mandiri). Untuk mengurangi urbanisasi dilakukan peningkatan permukiman perdesaan melalui konsep agropolitan dan program pembangunan infrastruktur pedesaan. Dengan agropolitan dimana satu desa memiliki infrastruktur yang baik menjadi katalisator ekonomi desa-desa disekitarnya.
B. Permasalahan Perumahan dan Permukiman di Kota Makassar
1. Terbatasnya kemampuan penyediaan prasarana dan sarana perumahan dan Permukiman. Peyediaan prasarana dan sarana dasar oleh pemerintah terhadap kawasan rumah sederhana dan rumah sederhana sehat yang dihuni oleh masyarakat berpendapatan rendah dilakukan untuk menurunkan harga jual rumah di kawasan tersebut. Diharapkan masyarakat, khususnya masyarakat berpendapatan rendah mempunyai kemampuan untuk memiliki rumah yang layak huni dalam kawasan yang sehat. Namun demikian kemampuan pemerintah untuk mendukung penyediaan prasarana dan sarana tersebut masih terbatas. Faktor ini menjadi salah satu penghambat dalam penyediaan perumahan untuk masyarakat berpendapatan rendah serta memicu menurunnya kualitas kawasan yang dihuni oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kondisi kawasan perumahan seperti ini pada tahap berikutnya berkembang menjadi kawasan kumuh baru.
2. Belum mantapnya kelembagaan penyelenggaraan pembangunan perumahan dan permukiman. Kelembagaan penyelenggaran pembangunan perumahan belum berada pada tingkat kinerja yang optimal untuk menjalani fungsi, baik sebagai pembangun (provider) maupun pemberdaya (enabler). Walaupun peraturan perundangan yang berlaku menyatakan bahwa masalah perumahan dan permukiman merupakan tugas pemerintah daerah, namun belum matapnya kapasitas kelembagaan penyelenggara perumahan dan permukiman yang ada pada semua tingkatan pemerintahan menyebabkan pemenuhan kebutuhan perumahan dan permukiman yang terjangkau dan layak huni menjadi persoalan yang semakin kritis.
3. Terjadinya kesenjangan (mismatch) dalam pembiayaan perumahan dan permukiman. Sumber pembiayaan untuk kredit pemilikan rumah (KPR) pada umumnya berasal dari dana jangka pendek (deposito dan tabungan) sementara sifat KPR pada umumnya mempunyai tenor jangka panjang. Belum adanya sumber pembiayaan jangka panjang selalu menjadi kendala bagi pengembang pasar perumahan. Kesenjangan tersebut dalam jangka panjang menyebabkan pasar Perumahan menjadi tidak sehat karena ketidakstabilan dalam ketesediaansumber pembiayaan, selain itu pasar perumahan juga sangat terpengaruh terhadap perubahan ekonomi makro, risiko likuiditas dan gejolak tingkat bunga. Tidak adanya sumber pembiayaan perumahan jangka panjang dan belum beroperasinya lembaga fasilitas pembiayaan sekunder juga merupakan salah satu penyebab berkembangnya pola penjualan rumah sistem pre-sale dimana konsumen tidak membeli rumah tetapi membeli peta yang akan dibangun bila konsumen telah melunasi uang muka.
4. Pembiayaan perumahan dan permukiman yang terbatas dan pola subsidi yang memungkinkan terjadinya salah sasaran. Berbagai bantuan program perumahan tidak sepenuhnya terkordinasi dan efektif. Bantuan pembangunan dan perbaikan rumah secara swadaya dan berkelompok masih bersifat proyek dan kurang menjangkau kelompok sasaran. Bantuan pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) bagi kelompok sasaran yang belum mampu membeli rumah masih mengandalkan dana hibah pemerintah dan penyertaan modal negara melalui dana APBN.Pendekatan program dalam penyediaan bantuan masih terbatas pada KPR bersubsidi.
5. Proses perijinan pembangunan perumahan sangat rumit dan panjang serta memakan waktu yang cukup lama. Tingginya biaya perijinan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.